Wanita Multi dan Anti Multi

Bermula dari ngomongin seorang wanita (udah bisa disebut wanita belum ya umur 20-21 itu?), mulailah karangan tentang multi-multi menggelitik saya. Obrolan ini adalah tumpah ruah kekesalan kami terhadap seorang sobat, sebut saja namanya Gita (khusus yg ini, saya menyamarkan namanya demi kelanjutan hidup saya & anak-cucu). Si Gita ini adalah orang paling telat sedunia versi Our Own  Book of World’s Record. Kalau janjian sama dia, minimal 2 jam kemudian dia baru datang dengan wajah innocent bagaikan bayi baru lahir yang langsung makan kedondong kecut. Sudah banyak korban bergelimpangan karena menunggu kedatangan si Gita yang telatnya sangat abnormal dari standar ketelatan di Indonesia. Setelah ditilik, ternyata penyebab utama ketelatannya adalah : Dia tidak bisa multi-tasking.

Ah, cuma gara-gara itu. Hey, ini bukan “cuma” tapi “wow”! Kemampuan multitasking-yang menurut psikolog- dianugerahkan oleh Tuhan kepada wanita untuk bekalnya menjadi ibu rumah tangga, tidak terdeteksi keberadaannya pada seorang Gita! Nah lho, apa jangan-jangan si Gita ini bukan wanita atau Male to Female (MTF) Transexual?! Haha, just kidding. She is pure kind woman.

Kalau dia tidak bisa multitasking, lalu kenapa? Well, multi-tasking memang kelebihan yang dibanggakan wanita. Kemampuan itulah yang membuat wanita bisa membagi konsentrasinya utk melakukan banyak hal pada satu waktu. Misalnya mengurus anak dan suami sambil belajar utk program master/doktor. Nah, karena si Gita tidak bisa multitasking, jadi dia suka ketinggalan cerita kalau kita-kita lagi ngobrol dan jadi lambat yang menyebabkan dia terlambat. Kami hanya bisa berdoa semoga ada peri dari khayangan yang memberikan serbuk kemampuan multitasking pada Gita. Bagaimana pun, dia adalah sahabat kami. Jadi terpikir untuk melatihnya multi-tasking, adakah pelatihan semacam itu?

Ok, back to the track to other multi things. Tidak hanya Gita, saya pun punya kelemahan pada salah satu bidang multi, yaitu multi-texting. Ya, multi-texting alias multi-sms. Maksudnya, saya tidak bisa cepat membalas sms kalau sedang mengerjakan sesuatu. Mungkin karena saya sering meninggalkan Hp saya entah dimana. Rasanya saya tidak punya chemistry dengan Hp sehingga kami agak tidak berjodoh. Bidang texting inilah kelemahan saya dan sering bikin jengkel orang-orang yang butuh balasan cepat. Lagipula, ber-sms ria sambil menyetir itu dapat mengundang malaikat pencabut nyawa. *excuse*

Kalau yang saya sebutkan di atas adalah kelemahan multi atau anti multi, giliran adik saya, Ninit, dan sahabat saya, Inna, yang punya keunggulan dalam bidang multi. Keunggulan mereka yang sangat dibanggakan dan dielu-elukan bangsa  dan negara adalah : Multi-downloading. Buktinya, mereka tak segan mencambuk koneksi internet cepat untuk mencuri arsip-arsip negeri ginseng dan negeri matahari terbit dalam satu waktu berupa film, drama, variety show, video musik, video konser, dan bermacam arsip menghibur-bikin candu-lalu bertaubat-lalu candu lagi ini.

Keunggulan multi lainnya ditemukan pada species teman kami – sebut saja namanya Yanti (kalau ini nama disamarkan agar tidak ada gempa bumi, tsunami, dan amuk massa). Keunggulannya adalah multi-eating. Bagaimana tidak, kalau standar candle light dinner bocah warteg macam saya berharga 6000, dia bisa jajan malam sampai 200% dari itu! Misalnya saya cuma beli nasi setengah porsi + telur balado + sayur bayam + kripik kentang, dia bisa beli nasi 1 porsi + cumi balado + sayur bayam + telur balado + 2 tahu isi + es teh + es krim atau cappucino di waralaba terdekat. Makanannya benar-benar serba multi ya! *takjub + minta bagi nafsu makannya*

Sebenarnya tadi saya dan Inna sudah banyak menemukan potensi Multi dan Anti-Multi dari geng kami, tapi maklumlah karena Insya Allah 50 tahun lagi saya jadi nenek-nenek, saya sudah lupa apa saja tadi itu yaaa…???
Baiklah, cukup sampai di sini dulu. Saya hanya memuaskan dahaga menulis hari ini. Terlalu banyak fairy tale dalam hidup saya untuk ditulis. Sampai pengalaman 2 hari magang pun masih dalam proses brainstorming di otak (memang di mana lagi?). Mohon maaf apabila ada yang tersinggung. Tulisan ini tidak bermaksud mengejek seseorang atau partai orang-perorangan. Tulisan ini pun juga bukanlah fiktif belaka, melainkan fenomena yang terjadi di sekitar atau pada saya. Jika tulisan ini tidak ada manfaatnya, cobalah cari manfaatnya, pasti ada kok (loh, maksa!).

2 thoughts on “Wanita Multi dan Anti Multi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s