21 years old –> live my life to the fullest, Bismillah..

Aslm..
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Segala syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang atas kehendakNya lah saya bisa mencapai usia 21 thn..

Setiap ulang tahun semenjak beranjak dewasa (ceilah) saya selalu melakukan muhasabah. Bergelut dengan musuh terbesar dalam hidup, yaitu saya sendiri. Bertanya pada diri apakah umur yang diberikan Allah SWT pada saya ini berkah atau tidak. Apakah saya dimuliakan oleh Allah SWT atau dihinakan olehNya.

Saya seringkali khilaf (sering bgt malah) atas perbuatan-perbuatan yg saya lakukan. Tak memikirkan apakah perbuatan saya bermanfaat atau tidak, bisa dihisab sbg ibadah atau tidak.

Saya, begitu juga Anda, diciptakan oleh Allah SWT atas suatu maksud yg besar. Ya, bagaikan film, kehidupan kita adalah Mahakarya Sutradara Yang Maha Dahsyat, Allah SWT.

Ok, back to the track. Refleksi fase kehidupan saya sekarang :
Berada di Jepang, niat utama saya yg harus saya jaga yaitu menuntut ilmu karena Allah Ta’ala. Adalah amanah berat yang harus saya emban ketika saya di plot di latar ini oleh Sang Sutradara. Teringat nasihat Mas Surya, Ph.D Student of Tokyo Tech yang baru lulus sblm ia pulang ke tanah air, “Kenapa kita ditaruh oleh Allah ke Jepang? Ada apa di balik semua ini? apakah kita semakin takut kepada Allah atau semakin berani kepada-Nya? Silakan tanyakan pada diri sendiri.”

Benar saja. Godaan syaitan nan terkutuk penuh tipu daya tak henti-hentinya menerpa. Belum genap sebulan saya di sini, saya sudah kalah telak.

Saya ingin menangis. Menangis merindukan Allah, merindukan kumandang Adzan (krn saya tdk punya software adzan), merindukan ukhuwah yang belum saya jalin kuat di sini bersama org-org saleh, merindukan kajian-kajian ilmu akhirat.

Di usia yang ke-21 ini saya diuji. Tapi saya tahu Allah SWT tidak akan membebani umatnya di atas kemampuan yg dimilikinya. Saya harus mendoktrin diri utk selalu berbuat sesuatu hny karena Allah SWT semata. Setiap detik yang kita jalani adalah ibadah. Itu yang harus dijaga. Karena jika khilaf, bisa berubah haluan jadi menumpuk dosa.

Dengan merasakan semuanya adalah ibadah inilah, insya Allah semua yang kita lakukan berkah serta dapat dijalankan dengan ikhlas & senang. Ya, saya ingin merasakan hal itu. So, I want to live my life to the fullest, in the name of Allah…Bismillahirrahmanirrahim..

This video is my inspiration :

 

Terima kasih,

Terima kasih mama-papa yang menghadirkan saya ke dunia, mengasuh saya dengan penuh ikhlas, memberikan kasih sayang yang tiada tara. Sampai kapan pun saya tidak akan dapat membalas kebaikan kalian. Maka saya hny bisa berdoa semoga Allah menyayangi kalian sebagaimana kalian menyayangiku.

Terima kasih adik-adikku, kalian adalah adik-adik terbaik yang menghibur, memberikan dukungan, memberikan kasih sayang.

Terima kasih segenap keluarga besarku, kalian memberikan nasihat-nasihat berharga, momen-momen menyenangkan, saling berbagi & menyayangi..

Terima kasih guru-guru & dosen-dosenku, kalianlah inspirasiku. terima kasih atas ilmu & keikhlasan kalian dalam mendidikku hingga menjadi seperti sekarang ini.

Terima kasih sahabat-sahabat & teman-temanku, atas do’a, dukungan, motivasi, nasihat, waktu-waktu utk saling menghibur & menjaga, serta ilmu yang kalian berikan.

Inilah saya, di usia 21 tahun, merangkak utk meraih kebaikan dunia & akhirat hingga meraih surga-Nya. Mohon do’a, dukungan, motivasi dari Anda semua. Karena sesungguhnya orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang saling mengingatkan akan kesabaran & kebenaran.

Salam Sayang & Rindu,

Diana Ayu Nindita

a.k.a Dita/ Tata

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s