iseng nulis lagi berkat Inna, terima kasih sobat!

Pemirsa, jumpa lagi dengan saya. Tak terasa sudah bulan Ramadhan lagi, Ramadhan lalu sebulan penuh saya habiskan di Jakarta, bersiap-siap sebelum ke Jepang 2 minggu setelah Ramadhan.
Wah, besok Insya Allah saya akan mencicipi nikmatnya puasa di musim panas di Tokyo. Hmm, sudah kalah puasa di 2 hari pertama lantaran terhalang kodrat wanita, hihi.

Iseng nulis sedikit malam ini, semua berkat sohib saya Inna, yang semena-mena menulis tentang keluarga saya. Jadilah terkuak sudah kehebohan dan kekonyolan keluarga saya selama ini. Berkat dia passion saya untuk mencurahkan isi hati ke tulisan menyeruak kembali. Sayang saya tidak bisa lama-lama menulis, esok pagi buta pukul 02.20 JST saya sudah harus bangun untuk sahur, jadi begadang saat ini is a big no-no. Maka maafkanlah saya yang menulis tanpa mengindahkan aturan dan tanpa sensor ini.

Tidak, saya tidak menyalahkan Inna karena menulis tentang kebodohan keluarga saya. Saya justru berterima kasih, karena Inna meniatkan tulisan itu untuk saya baca di kala sedih-sedihnya nangis bombay akibat homesick (ini lebay sih). Saya jadi berpikir, sebenarnya kebodohan keluarga saya bisa menyaingi keluarga Raditya Dika sih. Tapi karena saya mood-mood-an nulis dan tidak se-agresif Raditya Dika dalam mengeksploitasi keluarga, ya saya jadi tidak terkenal seperti si kambing congek, eh maksudnya kambing jantan itu.

Banyakkkkk sekali yang saya mau tulis sebenarnya. Sambil penasaran, kira-kira tulisan saya bisa di-google translate-kan dengan baik tidak ya. Yah, untuk jaga-jaga saja siapa tau ada teman lab yg org jepang bela-belain mentranslate tulisan ini untuk ta’aruf sama saya (ampun deh GRnya).

maaf lagi-lagi dan lagi, saya cuma numpang iklan aja di blog ini. Lagipula biasanya jg ga ada yang baca sih, ini diniatkan utk mengurangi stres dan kangen menulis dalam bahasa Indonesia saja, lantaran banyak report kuliah yg semuanya harus ditulis dlm bhs inggris. huhu.

OK deh, sampai di sini dulu. Kalau ada mood nulis lagi nanti saya nulis-nulis lagi. Eh sebenarnya inginnya sih rutin nulisnya. Setelah deadline-deadline yang menghimpit, nanti cerita-cerita lagi. Ada fabel juga yang baru satu seri saya tulis dahulu kala (beuh, berasa udah ratusan tahun yang lalu aja). Harus cepat disambung lagi ceritanya! Yosh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s