Bismillaah, This is It!

Alhamdulillaaaaahhhh akhirnya dapet kerja juga..beneran deh setelah malang melintang meluncurkan CV ke perusahaan-perusahaan kimia atau farmasi – yang entah sudah berapa perusahaan yang ketiban CV saya – kerjaan (profesi nama kerennya) yang diperoleh bukan di bidang kimia atau farmasi, seperti impian ku dulu. Lha, kok???

Ahaha, yah inilah kesalahan saya. Ternyata dream job itu bukanlah passion saya, dan nyatanya saya tambah ngasal ngelamar kesana-kemari bahkan melamar juga posisi analis kimia yang diperuntukkan bagi lulusan D3 Kimia atau malah SMK Analis Kimia, karena kebanyakan lowongan di lab perusahaan kimia/farmasi butuh mereka. Kalau pun S1, mereka butuh yang pengalaman kerja rerata 3 thn. Jelas ga sesuai kualifikasi, masih aja ngotot. Nah lho, jd yang buat fresh graduate S1 Kimia mana?

Dulu cita-citanya pengen kerja kayak gini nih..looks cool!

Sekarang pun trendnya bergeser, sudah ada motto tersendiri utk fresh graduate S1, yaitu “apa pun jurusannya, management trainee jadinya.” Entah mengapa saya kurang semangat utk jadi management trainee (MT) walau biasanya perusahaan yang mapan bisa menggaji trainee sampai angka sangat lumayan. Jadi yaaa, akhirnya saya memutuskan untuk berbelok ke arah lain, beda sama teman2 lainnya yang jadi MT, laboran, pegawai bank (ini sih cita2 banyak org ya, bisa dimasuki jurusan apa aja) atau malah pengen jadi PNS yang udah too mainstream. Memang harus bisa diakui, kimia murni bukan lahan basah di Indonesia. Jadi kalau mau menekuninya, silakan kerja di negara maju untuk mengaplikasikan ilmu tsb. Yang menurut saya hebat, yakni alumni kimia berani berbisnis di bidang kimia atau IPA pada umumnya, apalagi jadi social business. Misalnya memberdayakan petani mawar untuk membuat sabun/lotion kulit berbahan dasar kelopak mawar. Sayangnya lagi2 hal luar biasa itu bukan belum jadi passion saya. Semoga ke depannya bisa menjalankan social business, kalau bisa bareng temen2 biar lebih asyik (^.^).

Teng nong! Saatnya buka kartu ya. Profesi yang saya pilih adalah…

Pahlawan.

Oh kita udah merdeka ya?

Eh, belum merdeka secara sepenuhnya sih, makanya titel pahlawannya belum selesai tuh. Kali aja saya nanti bisa membantu melunasi hutang kemerdekaan. Salah satu nya dengan jadi pahlawan.

Ya, Pahlawan tanpa tanda jasa.

Eh, apa? Iya itu, masa’ ga tau sih? Siapa yang membantumu jadi lebih pandai?

Yup!

GURU!

Prok, prok, prok, pinter…

Eh, nah lho kok bengong? Ayo tepuk tangan dulu dong!

*apa ini lama2 jadi kurang waras!

Haha, ya inilah, bisa dibilang saya emang kurang waras. Bah! Siapa coba yang mau jadi guru. Sudah gaji kecil, capek, belum tentu diperhatikan sama murid, dst dst yang kalo diterusin bisa sampai Merauke.

Yak, inilah respon pertama sebagian keluarga dan teman2. Udah sekolah tinggi2, bahkan pernah sampai ke Jepang. Ujung2nya jadi guru juga. Kenapa ga dari dulu2 masuk jurusan pendidikan aja, coba?

Honestly speaking, the feeling of “I wanna contribute in improving Indonesia’s education quality” comes creeping in when I discussed on Japan’s and other countries’ education system and quality. Especially when I visited an elementary school in one of Japan’s countryside, Miyagi Prefecture. I was surprised that they even have touch screen TV and English Native Speaker when they learn English! They had no idea how envious it would be to most of Indonesian children whose school buildings might have not appropriate enough to name themselves “a school”. After coming back from Japan, I became private teacher for middle-high school students. I found that students have a lot of problems in their studying – even in their behaviour – and it turned out both parents and teachers do have contribution to caused them so. Indonesia still have a long way to go and improvement things to do to get a better education, I must say – if I can’t say that Indonesia has huge problem on their education-

It got me spinning round and round, imagining how bad my (future) children would be if those problems continue.

And now, the spirit of the Guru (Teacher) wanna be that lies inside me has burst out!

Yes, that’s what motivates me to be a teacher. I think that’s enough. I actually can make a long list of reasons why I wanna be a teacher but I can’t make a list of reason(s) why I don’t because I really don’t have any.

can I be the one? Hopefully!

Back to the track. Hari ini saya sudah tanda tangan kontrak dengan salah satu sekolah di Jakarta plus medical check up lengkap (sampai dilayani khusus sama susternya, jadi orang kira saya caleg yg lagi mau med check, haha). Alhamdulillah semua lancar dan saya ditanyakan sehat. Insya Allah saya akan jd trainee selama 3 bulan dulu, lalu mengabdi di kelas yg ditentukan kemudian. Semoga Allah SWT meridhai dan memberkahi jalan yang saya pilih dan cita-cita saya (hello, ga cuma murid yg punya cita2, jadi guru mesti punya cita-cita! Hehe). Mohon do’a dan restu dari Anda semua ya (kayak mau nikah ajaa, heuuu).

or should I be a teacher like him??

2 thoughts on “Bismillaah, This is It!

  1. Yay, berjalan do area passion itu menyenangkan karena walaupun kita ngikut mainstream tetap aja kepikiran soal apa yang sebenarnya kita mau Ta, hehehe. Sama tu komentarnya, apalagi di daerah Ta, kenapa g di pendidikan aja dulu? jauh2 ke Jkt, ujung2nya sama kyk teman yg kuliahnya lokal. Agak sedih jg, mendengar ungkapan yg tidak masuk akal spt itu. Mereka g mikir, pengalman tiap orang beda-beda dan mimpinya pun beda-beda. Kalau pun harus berkompetisi dengan teman2 yg kuliahnya deket2 juga g masalah, g ada pengaruh soal perbedaan lulusan, yg penting passionnya utk memajukan pendidikan, why not? bukan sekedar cari uang;D

    Aku menuju ke sana masih mimpi ni Ta, semmentara ngumpulin modal dulu, biar bisa pulang;D

  2. Ass,,,
    Diana,cara u mencari kerja dbantuin teman-teman n ortu u gak apa cari sendiri?
    Cos gue cr kerja blm dapet n ortu gue mau cariin katanya ‎​blm ada info.
    Ya,,, mau g mau yg bisa gue lakukan sekarang dirumah terus n sabar deh mnghadapi smua ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s