Buat 1st Jobber: Mending Investasi dari pada ke Mal!

Wuih, udah awal bulan lagi nih! Alhamdulillah udah 2 kali gajian, alias 2 bulan kerja! Meski gaji ga setinggi teman-teman lain, tapi Alhamdulillah sudah bisa buat kebutuhan pribadi dan sedikit berkontribusi buat keluarga Ayah (iya lah aku kan belum berkeluarga,  Ayahku yang udah, ehehe). Nah, gara-gara baca buku “untuk Indonesia yang Kuat : 100 Langkah untuk Tidak Miskin” karya Ligwina Hananto (independent financial manager), saya jadi mikir banget masalah uang mau dilarikan ke mana. Jadilah saya buat alokasi gaji seperti ini :

Kebutuhan Pribadi 50%,  Kebutuhan keluarga 20%, Tabungan & investasi 20-25%, sosial (sedekah, zakat, kado nikahan teman, dsb.) 5-10%.

Eh, selain tabungan, ada investasi? Oh ya tentu! Investasi berguna untuk mencapai kebutuhan/tujuan kita di masa depan. Misalnya untuk menikah, biaya pendidikan anak, biaya pensiun, bahkan biaya liburan. Bahasa manusianya, investasi adalah mencicil dengan meningkatkan nilai uang. Berbeda dengan tabungan yang mencicil dengan nilai uang duduk manis di sana. Saking urgent nya investasi, kali ini saya mau cerita ya tentang investasi (uang) pertama saya.

Mari mari kita Investasi. Sya lalala..

Sebelum memulai investasi, sebagai fresh graduate yang baru dapat first job seperti saya, ada hal penting yang harus dicamkan. Kita harus siap sedia dengan DANA DARURAT dan ASURANSI KESEHATAN.

Dana Darurat adalah dana yang siap digunakan untuk:

  • Keperluan darurat seperti masuk rumah sakit atau membantu keluarga
  • Keperluan pemenuhan tujuan finansial jika investasi tidak mencapai hasil maksimal
  • Keperluan pemenuhan biaya hidup jika tidak bekerja/tidak memiliki pengeluaran untuk sementara waktu [1]

Untuk kita yang single, besarnya dana darurat minimal 4 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan asuransi kesehatan diperlukan untuk meng-cover biaya kesehatan saat kita sedang sakit/mengalami kecelakaan. Biasanya asuransi kesehatan sudah dipenuhi oleh kantor. Kalau tidak, kita harus punya sendiri.

Kalau kedua amunisi di atas sudah terpenuhi, saatnya investasi!

Investasi untuk apa yang saya utamakan? Atau pertanyaannya: Tujuan Lo Apa?

Berhubung masih single ting-ting dan sebagai first jobber, saya prioritaskan investasi untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang yaitu DANA PENSIUN. Lha, pensiun kan masih lama ya? Masih 32 tahun lagi! Lhooooo, justru kalau dari semakin muda dipersiapkan, “cicilan” kita akan semakin ringan!

Alasan kedua adalah inflasi. Ya iyalah, gak perlu gelar bejibun untuk menyadari bahwa inflasi itu nyata adanya. Setiap tahun, harga barang & jasa naik, kan? Itu lah inflasi! Kalau sekarang pengeluaran kita 2 juta/bulan, 30 tahun lagi pasti sudah berlipat-lipat dari itu. Bahkan kita harus mencukupi kebutuhan kita more or less selama 10-20 tahun sejak usia 55 (harapan hidup sampai usia 65-75 tahun), padahal kita sudah tidak berpenghasilan aktif lagi (semoga di usia pensiun saya sudah punya aset seperti bisnis, properti, atau surat berharga). Alasan yang tidak boleh ketinggalan adalah kenyataan yang manis bahwa saya bukan PNS yang punya jaminan hari tua.

Berapa targetnya?

Berdasarkan hasil kalkulator dana pensiun di website QM Financial [2],

Biaya hidup saya saat pensiun adalah Rp31.670.665,12 – Rp42.227.553,49/ bulan (biaya hidup saat ini diasumsikan Rp1.500.000 – Rp2.000.000).

Total Dana Pensiun yang saya butuhkan selama 15 tahun (dari usia 55-70 tahun) adalah Rp4,921,559,738.13 – Rp6,562,079,650.84.

Bentuk investasi apa yang cocok untuk dana pensiun?

Banyak orang memilih logam mulia (LM) seperti emas untuk investasi di hari tua. Sayangnya bagi saya yang ingin mencapai 5 – 6,5 M saat usia 55 tahun, emas dengan persentase kenaikan harga emas per tahunnya yang sekitar 20% itu belum bisa saya raih karena investasinya terlalu mahal, yaitu 4,5 – 5 juta per 10 gram [3]. Saya tidak mau mengorbankan dana darurat saya untuk membeli emas. Hehe.

Jadilah saya memilih REKSA DANA SAHAM untuk kepentingan ini. Meski resikonya tinggi alias bisa naik turun tajam dalam selang beberapa waktu, tapi persentase keuntungan investasinya cukup tinggi, yakni 15 -25% per tahun. Kalau ingin belajar lebih jauh tentang reksa dana, bisa dari infovesta di [4].

Yuk, Ber-reksa dana-ria!

Hari ini (12 Juni 2013), saya resmi membeli reksa dana saham BNP Paribas Pesona Syariah sejumlah Rp500.000 dengan harga pembelian 1%+ PPn 10% dari harga pembelian (jadi total 1,65%  dari Rp500.000 = Rp8.250) di bank Commonwealth sebagai agen penjualnya. Menurut rekomendasi marketing bank itu, produk tersebut sedang naik daun dengan rata-rata %keuntungan 17%/tahun. Apalagi produk reksa dana itu tidak menempatkan uangnya di perusahaan-perusahaan yang “kurang berkah” seperti perusahaan rokok.

Sebelum membeli reksa dana, tentunya saya harus buka tabungan dahulu. Ternyata menabung di bank negeri kanguru tersebut dengan memakai produk Tabungan Bunga Harian (TBH) banyak juga keuntungannya lho, di antaranya:

  • Biaya administrasi hanya Rp5.000/bulan
  • Bisa cek saldo & tarik tunai gratis di ATM BCA & ATM bersama
  • Gratis token untuk e-banking
  • Banyak pilihan berbagai tipe reksa dana (reksa dana pasar uang sampai saham semua ada) –> gak heran kalau bank ini dijuluki “supermarketnya reksa dana”
  • Bisa beli reksa dana secara otomatis (AutoInvest) setiap bulannya dengan minimal pembelian yang murah (bisa Rp100.000/bulan) –> tapi pembelian pertama harus ke bank nya & rata-rata pembelian pertama harus Rp500.000 – 1.000.000
  • Pembelian reksa dana via e-banking dapat diskon 50% untuk harga belinya.
  • Punya informasi lengkap dan rekomendasi produk reksa dana sesuai data IHSG dan profil resiko investor (tipe investor moderat, konservatif, dsb.)

Tips untuk Anda yang ingin ber-reksa dana-ria di bank Commonwealth untuk pertama kalinya, bawalah KTP, NPWP, dan (setidaknya) 600 ribu – 1 juta Rupiah. Serta datanglah paling lambat jam 10 pagi karena banyak formulir dan kuesioner yang harus diisi serta pembelian reksa dana ditutup pukul 13.00 (untung banknya sepi juga). Tips lain, pikirlah atau punya ilmu dulu sebelum Anda memutuskan membeli produk lain yang ditawarkan Customer Service atau Marketing bank. Misalnya kemarin saya ditawari produk Unitlink yang menggabungkan asuransi jiwa dan investasi. Jujur saya sempat tergiur dengan hasil dan keunggulan produk yang ditawarkan, tapi saya camkan bahwa saya belum tahu benar apa itu Unitlink sehingga saya tidak mau gegabah langsung mau membeli produk tersebut. Alhamdulillah, ternyata saya tidak salah mengambil keputusan. Saya tidak perlu asuransi jiwa karena saya bukan tulang punggung keluarga, bahkan saya masih numpang! Hoho. Alasan kita untuk berhati-hati terhadap Unitlink bisa dibaca di [5].

Mudah kan? Dari pada uang 100 ribu kita pakai untuk hang out di mal, jauh lebih baik kita investasikan untuk masa depan!

Sumber dan bahan bacaan lain :

[1] http://tujuanloapa.qmfinancial.com/index.php/page/dana-darurat/

[2] http://tujuanloapa.qmfinancial.com/index.php/page/dana-pensiun/

[3] http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/21/0313368/twitter.com

[4] http://www.infovesta.com/isd/learning/main.jsp

[5] http://qmfinancial.com/kenapa-tidak-pada-unitlink-bagian-1/

4 thoughts on “Buat 1st Jobber: Mending Investasi dari pada ke Mal!

    • Hahahaaa apa kabar ahli robot yg satu ini? dasar lo nu,surely you’ve got the signal of desperate single woman there yaa..makanya cariin bwt gw lah! Hehe..ya ‘single’ nya ditekankan krn perencanaan keuangan yg single & yg berkeluarga pasti beda (selain promosi klo gw single –> ini lama2 bs desperado beneran,na’udzubillaah..).
      Btw,S2 lo uda selesai? Smoga lo (semakin) sukses terus ya

      • tiba2 tertarik investasi dan entah kenapa balik ke blog dan tulisan ini, kemudian baru sadar ada balasan comment.hehe,, alhamdulillah baik Bu Guru. Sepertinya tertarik sama reksa dana nih, sembari tabungan, investasi juga penting, kalo ada waktu kasih tau tips2 nya dit. Lumayan investasi, Mumpung masih single. (Now, I give the signal of desperate single man :D). Alhamdulillah s2 saya udah selesai, insyaAllah akan selalu berusaha untuk sukses. Doa yang sama untuk bu guru, smoga kita bisa sukses bersama. Aamiin ^^

  1. Hi Tata😀, lama ga main ke sini😀
    Menginspirasi nih tulisannya, benar2 perencanaan keuangan kita harus jelas. Huaaa, aku blum nabung banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s