Raising Kids is Like Dating

Nonton drama Korea atau variety Show macam Running Man & Infinity Challenge udah terlalu mainstream sekarang. Jadi hijrah lah daku ke program lain yang menghibur tapi sekaligus bisa kuambil hikmahnya, yang jadi favoritku adalah “The Return of Superman”.  Ini bukan film besutan Marvel, lho. Tapi ini reality show yang merekam 2 x 24 jam kebersamaan Ayah (selebritis) dan anak-anaknya, tanpa kehadiran ibu. Menarik, sepertinya reality show ini dilatarbelakangi oleh isu “fatherless country” di Korea dan Jepang. Beberapa tahun belakangan Korea dan Jepang sadar akan pentingnya keterlibatan ayah dalam mendidik anak. Memang sebelumnya segala kepengurusan anak diserahkan semua ke sang ibu, si Bapak hanya obsesi kerja-kerja-kerja; hingga budaya ini makin lama ditinggalkan. Judul episode dari acara itu yang baru kutonton adalah “Raising Kids is Like Dating”. Si Ayah ngajak anak-anaknya jalan-jalan, persis seperti lagi nge-date sama pacar, seru dan menyenangkan. Hehe.

Yuk coba kita ulik gaya mendidik masing-masing keluarga di acara tersebut. Ada empat keluarga yang jadi fokus, yang ayahnya adalah selebriti Korea:

1. Choo Sung-Hoon (pegulat pro) & Choo Sarang (2 th)

Sarang, anak dengan nama yang berarti ‘cinta’ ini memang paling dicintai warga Korea; Energic, cute, brave, quite independent. Sang ayah mendidiknya dengan cara yang sedikit ekstrem – maklum pegulat soalnya – yaitu dengan mengutamakan kegiatan Sarang untuk mencoba hal-hal baru sebanyak mungkin dengan keberanian, apalagi yang berhubungan dengan olahraga. Sung-Hoon ga pernah melarang anaknya “membahayakan diri”, tapi tentunya dengan pengawasan. Misalnya waktu Sarang mencoba lompat ke kolam renang, Babehnya malah nyemangatin aja. Moreover, Pak Sung-Hoon ini would do anything to make his daughter happy pokoknya.

Sang Ibu, Yano Shiho, seorang wanita Jepang, mengutamakan pendidikan moral dan kemandirian Sarang. Alhasil, Sarang jadi lumayan sopan dan sudah bisa makan sendiri dengan sendok maupun sumpit. Ditambah lagi dengan selera makan Sarang yang luar biasa, keturunan ayahnya yang jago makan (untungnya jago masak juga). Biasanya Sung-Hoon dihadiahi daftar seabreg tentang do’s and don’ts sama Shiho sebelum Shiho meninggalkan mereka berdua, tapi namanya laki-laki mah iya-iya aja, masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Hihii.

Tapi di balik keunggulan cara mendidiknya, ada aja cacatnya. Kadang-kadang si Sarang diajarin mukul-mukul mainan/boneka sih, yah keluarga pegulat…

Choo Sung-Hoon & Sarang

 

2. Lee Hwijae (presenter, MC) & Lee Seoeon – Lee Seojun (anak kembar laki-laki, 1 tahun)

Nah, scene-scene keluarga ini bikin stres di episode-episode pertama. Ngurusin bayi kembar itu capeknya punden-berundak, yang satu rewel baru bangun yang satu lagi rewel minta makan; apalagi kalo lagi diare dua-duanya (T.T). Ga heran si Bapake fashion nya acak-adul kalo di rumah, pake piyama dan bando, plus muka pucat kelelahan; sampe kayaknya dia kangen banget bisa punya “me time” kayak tanding olahraga sama teman-temannya. Awalnya si Hwijae ini kurang ikhlas (nrimo sih lebih tepatnya) untuk mengurus kedua bayi ini. Lama-kelamaan, Hwijae punya kepuasan tersendiri utk dekat sama anak-anaknya dan lebih menghargai istrinya yang lebih lama mengurus kedua buah hatinya.

Yang aku notice dari mereka itu waktu Hwijae memeriksakan perkembangan anaknya ke RS. Di sana ada uji mulai dari perkembangan motorik sampai psikologis. Hasilnya, perkembangan mereka ternyata cenderung lebih lambat untuk anak seusianya. Lebih mengejutkan lagi, ternyata Seojun acuh tak acuh atas kehadiran Hwijae karena Hwijae juga sering mengacuhkan Seojun; malah kadang-kadang Hwijae lebih sibuk dengan Seoeon. Jadi psikolognya menyarankan agar Hwijae lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan Seojun. Nah, di episode 20  yang baru kutonton ini nih yang jadi episode mereka nge-date. Hehe.

Hmm, tes perkembangan sejenis itu ada ga ya di Indonesia? Kalo udah punya anak nanti, pengen ah di tes juga. Hoho.

Lee Hwijae & the twins, Lee Seoeon – Lee Seojun

 

3. Tablo (rapper) & Lee Haru (5 th)

Keluarga ini tuh paling kocak, lebay, hidupnya ter-variety show yang pernah kutonton. Tablo yang seorang rapper, kalau lagi ngomong sama Haru tuh jadi cadel dan unyu. Sempet malu juga dia, rapper kok kayak gini. Yah memang sih, kalo ngomong sama anak ga perlu dicadel-cadelin kok.

Si Haru ini suka banget sama ikan, hobinya jalan-jalan ke seaworld di Seoul dan pasti beli souvenir di sana. Yang aku suka, Tablo ini suka banget ngajak Haru berimajinasi, pura-puranya main apa gitu tapi dalam imajinasinya mereka. Tablo juga suka ngajak Haru utk experiencing hal-hal baru, sampai Haru nemuin apa yang dia suka dan nanti Haru akan fokus di situ. Baru-baru ini sih Haru tertarik sama biola.

Nah, emaknya nih, Kang Hye Jung, seorang aktris, sama abnormalnya. Hye Jung sih sebenarnya paling berkuasa, duitnya si Tablo pun dipegang dan dijatah sama dia. Hye Jung bilang dia itu merasa seperti punya 2 balita, maksudnya yang satu lagi ya siapa lagi kalo bukan Tablo. Haha. Nah, satu kesalahan yang kayaknya banyak dilakukan sama ortu2 ras Asia adalah mengajarkan anak menyalahkan orang atau benda lain. Misalnya waktu itu Hye Jung lagi ngiris bawang bombay. Lalu Hye Jung ngadu ke Haru, “Haru, mama jadi nangis nih gara-gara bawang bombay ini. Tolong marahin bawangnya ya, pukul aja!”. Kemudian si Haru ya patuh aja membela mamanya, mukul si bawang dan mengancam si bawang untuk ga bikin mamanya nangis lagi. Lha, ini bawangnya kasian amat, udah diiris, dimarahin, dipukulin pula. Sudah jatuh, tertimpa truk molen.

Tablo & Haru

 

4. Jang Hyun Sung (aktor) & Jang Junu (12th) – Jang Jeonseo (7th)

Last but not least, Jang family! Anak-anaknya udah gede-gede jadi mendidiknya memang lebih advance, kayak ngajarin nilai uang, terus ngajak diskusi tentang keluarga, percintaan, dll. Sang kakak kelihatannya jalan hidupnya sedikit lebih mulus dari adiknya, mungkin karena dia punya kepribadian yang lebih open dan lebih dewasa. Haru aja naksir sama dia, apalagi emang si Junu itu lebih tampan. Hehe. Aku inget banget pas Junu ditanya papanya tentang seperti apa hidup bahagia itu. Junu bilang hidup yang bahagia itu adalah hidup tanpa hutang, membuat hidup tenang. Sip Junu, I can’t agree more!

Di keluarga ini terasa banget kalau “sentuhan” ayah memang diperlukan untuk anak laki-laki, supaya feel “man to man”nya ada. Misalnya ngajarin sepeda, itu butuh keberanian dan motivasi dari si ayah biar lebih cepet bisanya, dan ngomongin tentang hal-hal yang cowok banget. Karena cowok itu makhluk penjunjung logika tingkat tinggi, memang perlu ada sosok lelaki dewasa (yang paling tepat sih ayah yang bermoral dan berpendidikan), yang berperan sebagai mercusuar dan penuntun untuk meluruskan kalau ada logika yang salah.

 

Jang Hyunsung with Junu & Junseo

 

Begitulah sekilas cerita keempat keluarga tadi. Pastinya tiap episode ada aja yang kocak, ga cuma dari kelakuan anaknya, tapi juga bapaknya! Program sejenis lain yang bisa coba ditonton adalah “appa eodiga? / dad, where are we going?”. Tapi entah kenapa aku lebih suka “The Return of Superman” karena ceritanya ga cuma tentang vacation, tapi lebih banyak berinteraksi sama orang-orang lain dan kadang melibatkan ibu-ibunya juga. Selamat menonton tontonan yang berkualitas!

 

https://lh4.googleusercontent.com/-Pj6CNUcu_nw/Ut3yZpkjUUI/AAAAAAAABjA/RbMXejYs6m0/w624-h352-no/%25ED%2595%25B4%25ED%2594%25BC%25EC%2584%25A0%25EB%258D%25B0%25EC%259D%25B4.E474.%25EC%258A%2588%25ED%258D%25BC%25EB%25A7%25A8%25EC%259D%25B4+%25EB%258F%258C%25EC%2595%2584%25EC%2599%2594%25EB%258B%25A4_12.140119.HDTV.XViD-HANrel.avi_004748214.jpg

Casts of “The Return of Superman” from KBS2

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s