Sumpah, Jatuh Cinta itu Ga Enak!

Mau tidur, teringat padamu…Mau makan, teringat padamu…

Familiar dengan cuplikan lagu dangdut di atas?

Apa ya judulnya? Haha. Never mind.

Ya gitu tuh ciri-ciri jatuh cinta. Ciri-ciri lainnya sih banyak, tapi saya gak mau menjabarkannya, tahu lah ya yang udah pernah jatuh cinta, bisa diceritakan, dikenang, dan dihayati sendiri.

Saya tergelitik nulis tentang cinta-cintaan ini setelah baca artikel anaknya idola saya (Pak Jamil Azzaini), namanya Nadhira Arini di link ini:

http://nadhira-arini.blogspot.de/2014/08/antara-jomblo-single-dan-secret-admirer.html#more

On the same boat, menurut saya dan Dhira, jatuh cinta itu bikin masalah. Mungkin beda ya dari pandangan orang-orang pada umumnya. Tunggu dulu, ada lanjutannya. Yang jadi masalah itu kalau kita suka sama orang yang gak (atau belum?) halal. Apalagi buat cewek. Beuh, menurut data statistik saya nih, 80% cewek bakal cuma berani jadi secret admirer. Ini berlaku lokal aja, kan saya orang lokal (alias orang kampung kali ya). Ditambah lagi kalo punya prinsip gak mau pacaran alias single sampai halal. Berat, berat, berat…

Beneran deh, jatuh cinta itu menyiksa banget. Bertarung sama diri sendiri dan setan itu perjuangan banget di masa ini. Bikin ibadah gak khusyuk biasanya, dan susaaaaahhhh banget mengatasinya. Saya sering kalah lah kalau masalah ini udah dijajah setan. Lagi sholat nih misalnya, kebetulan imamnya orang yang kita suka. Aduh makin gak khusyuk, mikir bacaan Al-Qur’annya bagus sampai ngebayangin seandainya dia jadi imam kita di rumah nanti. Terus setan bilang,” gak apa-apa ngebayangin, itung-itung seleksi suami kan”, atau “kan gak ngebayangin jadi pacar, tapi jadi suami”. Halahhhh tipu daya setan lebih dahsyat dari acara inbox (tuh kan ketahuan alay nya). Istighfar dan baca ayat kursi aja kayaknya gak cukup, tuh setan cepet banget baliknya.

Terus karena cewek ini makhluk pemberdaya curhat, akhirnya keluar lah pengakuan ke sahabat terdekat kalo kita lagi suka sama cowok “A”. Bilang ke sahabat kita sih “jangan bilang siapa-siapa”, tapi maksudnya “please sebarin aja pengakuan ini, biar cowoknya ‘ngeh’ sekalian”. Ahaha ini sih ada udang dibalik bakwan. Tapi kalo kasus saya, saya pure cuma ingin curhat. Pernah sih perasaan saya sampai jadi rahasia umum di antara teman-teman bahkan cowok itu. Itu gak enak banget deh, bertingkah wajar salah, apalagi kalo naruh perhatian ke cowok itu, makin salah aja. Prasangka buruk atau prasangka yang keliru juga jadi sering, mengira kalau tuh cowok memberikan perhatian balik itu nerima perasaan kita lah, atau mengira kita cuma dimainin aja, keduanya adalah hal yang bertolak belakang dan sering kali keduanya salah. Ternyata yang bener, ya dia gak ada maksud apa-apa sama kita, emang dia aja yang baik sama semua orang. Nah, lebih ‘jleb’ yang mana?

Jadi kalau jatuh cinta, berdo’alah sama Allah SWT supaya menautkan hati kita hanya kepada yang Ia takdirkan menjadi jodoh kita. Ada aja kok jalan bagi Allah SWT untuk menghilangkan perasaan tak halal itu. Misalnya cowok itu menikah dengan orang lain. Ya pasti sakit di awal, tapi tiba-tiba bisa aja insya Allah besoknya gak ngaruh apa-apa, kayak angin lalu aja. Bersyukur sudah ditunjukkan jalannya sama Allah SWT kalau dia bukan jodoh kita, itulah kuncinya.

196c565ed33a3d42bce5a27e9ae51dcb

Nah, kita kan cewek, yang biasanya pasif. Terus gimana cari jodohnya? Jodoh gak perlu dicari, Mbak. Tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan kualitas diri. Niscaya calon-calon jodoh akan menghampiri. Kayak petuah senior saya, Cici Lyta: “akan ada suatu masa di mana perempuan itu akan dihampiri banyak lelaki, jadi pilihlah dengan baik, dan jangan sampai masa itu terlewatkan”. Insya Allah, lelaki-lelaki itu juga sudah diseleksi Allah SWT karena mereka lelaki baik yang dapat melihat kebaikan dirimu dengan hati nuraninya. Masih belum ada yang menghampirimu? Berprasangka baik kepada Allah SWT, mungkin seleksi Allah SWT terlalu ketat sehingga hanya bibit-bibit unggul yang jarang itu yang akan menghampirimu. Hehe, menghibur sekali ya. Tapi ini beneran lho, menurut pengalaman senior dan teman-teman. Kalau menurut saya, perlu uji hipotesis dulu. Hehe.

Udah ya, jangan jatuh cinta. Bangun cinta aja, karena dari logika bisa turun ke hati juga (bukan kata saya, kata temen-temen yang pakai jalan ta’aruf, bahkan dengan orang yang belum dikenal sebelumnya, jadi mau saya uji dulu ya). Oia, petuah dari guru spiritual saya, Mbak Silmi Kaafah (Mimi), juga adem banget nih:

  • Persiapkan diri aja, meski belum tahu jodoh kita siapa, dan kapan kita menikah. Sehingga saat dia datang, kita sudah siap –> sip, checklist!
  • Jodoh itu ya yang ada di hati kita –> tapi pertanyaannya, siapa yang ada di hati kita? Wong lagi gak suka sama siapa-siapa. Ternyata jawabannya ada di petuah berikutnya:
  • Saat ada yang menghampiri, sholat istikharah aja. Nanti akan ditunjukkan kecondongan hati perlahan-lahan oleh Allah SWT. Kalau pun awalnya gak sreg, bisa jadi tiba-tiba kita diperlihatkan kebaikan-kebaikannya yang bikin kita kagum, atau sebaliknya –> Ok Mbak Mimi, masuk uji coba yaaa…we’ll see.

images

3 thoughts on “Sumpah, Jatuh Cinta itu Ga Enak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s