Amunisi Menghadapi Lingkungan Dramaga IPB

Kali ini saya mau cerita macam-macam tentang Bogor, terutama lokasi kampus daya di IPB Dramaga. Saya baru 2 setengah bulan terakhir ini jadi penghuninya Dramaga. Dari hasil adaptasi saya selama ini, saya mau berbagi tips-tips hidup di Dramaga Bogor. Tak lupa saya bubuhkan bumbu horor sedikit mumpung malam Jum’at. Hehe.

1. Bogor, Kota Hujan air dan angkot.

Ini sih gak perlu heran lagi ya, jumlah angkot melebihi jumlah penumpang kalo di Bogor tuh. Plus biasanya Bogor tuh kalo udah sorean dikit, sering nangis (hujan maksudnya). Untuk menghadapi frekuensi hujan yang sering, pastinya sedia payung sebelum hujan. Kalau kamu berkendara motor, sediakan jas hujan dan sepatu boots praktis (bukan AP boots yang besar itu, lho).

Macetnya Dramaga saat rush hour itu lebih parah dari bagian mana pun di Jakarta. Jarak 2-3 km itu bisa 1-2 jam sendiri. Untuk menghindari macet, bepergianlah semenjak pagi, kalau bisa setelah subuh (gak setelah Subuh banget juga sih). Saya lebih suka pulang ke Jakarta Sabtu jam 6 pagi (itu aja udah macet karena anak sekolah masih masuk) daripada Jum’at sore. Saya mau gak mau setuju sama teman yang bilang macetnya Dramaga itu laknat. Astaghfirullah.

2. Banyak hal mistis di Dramaga Bogor

Konon banyak kosan yang angker di Dramaga, termasuk kosan saya. Temen satu kosan pernah mendengar tawa mbak Kunti di kamarnya dan jadi numpang tidur 2 malam di kamar saya karena ketakutan. Anak-anak lain di kosan cuma nanggepin dengan menyarankan baca Al-Qur’an aja, biar kosannya ga kayak kuburan karena gak pernah dibacain Al-Qur’an. Hehe. Alhamdulillah selama ini saya belum pernah (dan jangan sampai) mengalami hal ini.

Hal lain, teman yang dari S1 di IPB bilang, kalo malam purnama itu biasanya banyak kecelakaan. Gara-gara mitos ini dipercaya banyak orang, jadi kejadian beneran deh. Di waktu subuh malam purnama itu, ada kecelakaan motor pas depan pagar rumah kosan saya dan paginya ada kecelakaan juga di depan IPB yang bikin tambah macet.

Ditambah pula, beberapa hari lalu ada anak S2 seangkatan saya yang meninggal dunia di kosannya. Dugaannya dia sakit keras dan obat herbalnya belum dikirim dari kota asal beliau di Ambon. Alhasil, dia meminum obat-obatan lain yang bisa dia peroleh di sini demi menahan sakitnya sementara. Tapi apalah daya, Allah SWT mentakdirkan dia untuk menghadapNya. Wallahualam. Karena kejadian ini, banyak temen saya yang ketakutan. Saya gak ngerti di mana sisi seramnya, karena kematian itu kan pasti, dan meninggalnya rekan saya itu juga sepertinya bukan kematian yang tak wajar, ya memang sudah qadar Allah SWT, jadi saya tenang-tenang aja.

Saya malah lebih horor sama tindakan kriminal di daerah kosan saya. Maklum, daerahnya sepi, gelap, di belakang IPB pula, jauh dari peradaban. Sering ada perampokan dan curanmor yang oknumnya membawa senjata tajam. Sebulan lalu pernah ada perampokan motor dan korbannya dibacok kepalanya, saat itu sekitar jam 3-4 pagi. Anak IPB (terutama S1) sering menginap di kampus atau di kosan teman untuk mengerjakan tugas, walhasil jadi sasaran empuk untuk perampokan. Keadaan yang kurang aman ini bisa diantisipasi dengan beberapa tips berikut:

– Meskipun bersama teman, usahakan untuk pulang ke kosan maksimal jam 21.00.

– Pasang wifi di kosan atau punya modem. Biasanya mahasiswa betah sampai malam di kampus demi wifi gratis (fakir wifi nih ye). Daripada keamananmu terancam, lebih baik membayar demi keamanan dan kenyamanan berkali lipat.

– Kalau lagi jalan sendirian, usahakan untuk memenuhi isi kepalamu dengan pikiran yang bermanfaat atau berdzikir, shalawat, dsb. Hal ini penting untuk menjaga diri dari kejahatan hipnotis.

– Informasikan kepada orang rumah (orang tua, dsb.) nomor kontak teman satu kosan dan satu jurusan untuk keadaan darurat, begitu juga sebaliknya beritahu nomor orang tua kita ke teman kosan & teman sejurusan. Ingat, temannya yang terpercaya ya, tapi jangan gebetan kamu. Hehe.

– Lapor diri ke kelurahan atau RT. Ini penting supaya kamu dapat perlindungan resmi dari pejabat setempat, minimal dia tahu kalau ada kita yang berdomisili di daerahnya.

– Pelajari keadaan setempat, misalnya dengan mengetahui jalan atau rute yang aman dan berkenalan dengan penduduk setempat.

– Pelajari sedikit ilmu bela diri atau bawa alat pertahanan diri sederhana seperti batu, bubuk merica, alat kejut listrik. Agak berlebihan memang untuk bawa alat-alat semacam itu. Dulu di Jepang saya pernah dibekali alat kejut listrik dari asrama dan Alhamdulillah gak pernah dipakai meskipun saya sering pulang jam 23.00. Jadi saya pengen belajar bela diri lagi aja deh. Kalau ada info karate atau bela diri khusus wanita, tolong hubungi saya ya. Hehe.

– Simpan nomor-nomor penting untuk keadaan darurat, misalnya nomor telpon polisi, ambulance, pemadam kebakaran, dsb.

– Yang paling penting, berdo’a sebelum keluar rumah dan minta do’a sekaligus izin orang tua tiap kali kita berangkat kuliah supaya dilindungi Allah SWT.

3. Butuh kecermatan untuk hemat di Dramaga

Ada beberapa hal yang murah dan ada juga yang malah mahal di Bogor ternyata:

– Harga warteg di Bogor (Dramaga IPB) relatif murah, tapi tetap perhatikan kebersihan dan kesegaran makanan warteg ya. Hanya ada beberapa warteg di daerah Bara yang terjamin kualitasnya.

– Biaya Ojek di IPB murah banget, keliling IPB jauh-dekat 3k aja lho! Jadi daripada saya cuma naik angkot (1,5 – 2k) kemudian jalan jauh lagi ke lokasi kelas, mending jalan sedikit lalu naik ojek. Tapi ingat, naik ojek atau angkot juga waktu keadaan darurat aja ya, karena jalan kaki lebih sehat & hemat (tetep ya, hehe).

– Perhatikan harga jajanan. Jajanan di sekitar IPB sangat bervariasi jenis dan harganya. Silakan coba survei untuk membandingkan harga dan kualitasnya. Saya menemukan perbedaan harga dan kualitas mencolok untuk beberapa jenis jajanan. Jangan khawatir, cukup banyak kok yang murah dan berkualitas, seperti donat dan kue sus besar home made hanya 1,5k!

– Harga buah-buahan lebih mahal di Dramaga dibandingkan Jakarta (di pasar tradisional). Jadi teman saya sering bawa buah-buahan dari Jakarta atau beli hasil praktikum mahasiswa agronomi.

– Alat-alat rumah tangga lebih baik dibeli saat pasar kaget tiap Minggu pagi sekitar Bara. Perhatikan ada harga barang yang lebih murah dan ada yang lebih mahal di pasar kaget itu. Saya sih senangnya beli tisu 3 pak dengan harga 5k. Hehe. Ada juga kaus lengan panjang hanya 15-35k.

– Harga pulsa lebih mahal. Sebagai penjual pulsa, saya menobatkan harga modal dan harga jual pulsa di Dramaga lebih mahal dari pada Jakarta. Misalnya pulsa 5k yang biasanya harganya 6 – 6,5k terpaksa dijual dengan harga 7k.

– Harga kosan relatif lebih murah. Harga kosan sangat bervariasi tergantung fasilitas yang ditawarkan dan jarak lokasi ke kampus. Tapi tetap saja yang harus diingat dalam memilih kosan adalah faktor keamanan, kenyamanan, dan kebersihan.

– Harga sayur di toko sayur Bara sebelah kampus (saya gak mau nyebut namanya ah, cuma satu-satunya di Bara sih, silakan cari tau sendiri nanti) lebih mahal daripada di pasar tradisional. Jadi kalau mau beli sayur, pagi-pagi silakan beli di pangkot atau balebak atau belanja mingguan sekalian ke pasar Ciampea (saya sendiri belum pernah ke pasar Ciampea, tapi kata teman harganya jauh lebih murah).

Itu dulu deh untuk tips-tips hidup di Dramaga Bogor. Semoga bermanfaat, terutama untuk teman-teman yang akan kuliah di IPB Dramaga.

2 thoughts on “Amunisi Menghadapi Lingkungan Dramaga IPB

  1. Kak Mau tanya , Kalo dari Terminal Bogor trus naik angkot 03 smp terminal Laladon, trus naik angkot Kampus Dalam smp kampus IPB. Trus naik ojek ke Fak. Peternakan

    Kira2 itu masing2 biayanya berapa ya kak ?
    Saya baru masuk IPB kak, mau wawancara bidikmisi tapi gak tau jalan.. mohon pendapatnya ya kak🙂

    • Naik angkot 03 dari bogor-Laladon: 4000
      Angkot kampus dalam dari Laladon-Berlin (bilang abang angkotnya sampai Berlin, nanti ada pintu kecil masuk IPB): 4000

      Ojek: 4000
      jadi totalnya 12000.

      Good luck!
      Selamat berjuang dan berkarya di IPB!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s