Taste the Failure

Pernah gak sih merasa jalan hidup kok mulussss banget ya? Alhamdulillah…pake banget!

Tapi katanya, hamba yang diuji sama Allah SWT itu artinya dia disayang sama Allah SWT karena Allah SWT menginginkan hambaNya tersebut naik levelnya.

Bukannya su’udzan atau kufur, tapi pernah aja terlintas di pikiran, “Allah SWT sayang gak ya sama saya? Kayaknya saya gak pernah dikasih cobaan berat. Apa kemampuan saya belum sampe untuk menghadapi sesuatu yang sifatnya musibah dahsyat? Kan katanya Allah SWT tidak akan memberikan ujian bagi hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya.”

Mau beasiswa A…Alhamdulillah dapet. Mau masuk universitas A, Alhamdulillah dapet juga. Mau beli barang A, Alhamdulillah ada aja yang ngasih gratis.

Entah waktu itu ngobrol tentang apa sama seorang kawan, sebut saja Mawar, tercetus lah pertanyaan darinya, “Hmm, Dita gak pernah gagal ya? Pantes Dita ada rasa takut untuk gagal. Kalau Mawar sih, sudah sering gagal, Jadi rasanya biasa aja.”

Aku cuma ngangguk-ngangguk aja. Katanya rasanya biasa aja ya, lama-lama bisa bangkit juga.

Hipotesisku (ceilah), mungkin aku yang kurang menantang atau ngasih challenge ke diriku sendiri. Saat ini, ada beberapa hal yang menantang nih, semoga saat cobaan atau bahkan kegagalan datang menyapa, saya sudah siap mental:

1. Mengerjakan penelitian di Indonesia dengan ide sendiri

Jelas ini suatu yang menantang.lamanya bahan-bahan kimia untuk datang, sistem antrian alat, dosen pembimbing sibuk, ditantang cari ide sendiri dan harus ada “novelty” atau keterbaruan, instrumen yang terbatas dan ngantri juga…Jelas bukan hal yang mudah. Dulu waktu saya S1, nge-skripsi di Jepang memang enak karena instrumen silakan pakai sesuai jadwal yang diatur sendiri, pakai instrumen sendiri, sangat dibimbing sama associate professor, dibantuin terus sama lab tutor, bahan kimia gak sampai 3 hari udah nongol di atas meja kerja saya. Surga deh buat para peneliti. Kata dosen saya, melakukan penelitian di Jepang itu akan menghasilkan peneliti yang intelektual, tapi melakukan penelitian di Indonesia akan menghasilkan peneliti yang tangguh. Hiburannya si Bapak teh ada aja (>.<)

2. Mau bikin usaha

Ide usaha banyak..ditulis juga udah..tapi kapan ya eksekusinya? Seumur-umur aku belum pernah bikin usaha yang bermanfaat untuk orang lain. Usaha yang dimaksud di sini itu bukan asal dagang, asal ada barang, lalu dijual. Kalo kata dosen mah itu namanya beneran “pedagang”. Kalo enterpreneur, harusnya kita bisa menambah nilai (value added) supaya gak hanya memecahkan 1 masalah aja. Misalnya ya, bikin jelly dari albedo semangka (itu lho, bagian putih dari kulit semangka yang tebal dan kita buang kalau sudah selesai makan semangka). Masalah limbah albedo semangka bisa kita pecahkan, masalah gizi bisa kita pecahkan juga karena vitamin di albedo juga banyak, masalah ekonomi bisa dikurangi juga dengan memberi pekerjaan ke orang lain.

Nah, mungkin karena bikin usaha itu rentan gagalnya, atau mungkin ga sabaran nunggu balik modal, jadi saya rada-rada horror juga mau ngejalaninnya. Hehe. Tapi bismillah, semoga Allah SWT selalu membimbing niat baik ini dan menguatkan mental saya. Siapa tahu ujian kenaikan tingkat saya ada di impian saya yang satu ini.

3. Menjadi seorang istri dan Ibu Shalehah

Jelas lah ini impian, harapan, sekaligus tantangan bagi semua wanita. Atau mungkin sesuatu yang terniscayakan?

Belajar teorinya, Alhamdulillah udah lumayan (tapi masih berasa kurang banget). Tetep aja, nanti ada saatnya “welcome to the jungle”, Hehe. Udah pasti ini butuh keikhlasan, kesabaran, dan kewarasan tingkat tinggi (waras maksudnya sehat, baik fisik maupun mental). Ada juga kalanya ibu itu stres atas usahanya menjadikan anaknya super pinter dan shaleh tapi si anak mah mau diapain juga susah banget dibentuk seperti itu. Namanya juga membentuk manusia, makhluk paling kompleks di dunia. Moga-moga saya gak se-perfeksionis itu sih kalo udah jadi emak-emak, perlu ada yang ngingetin lah kalo anak itu juga manusia yang pasti punya kekurangan dan salah.

Back to the track.

Ngomong-ngomong tentang kegagalan. Baru aja kemaren saya dan tim jurusan saya gagal masuk semifinal lomba debat bahasa Inggris antar mahasiswa S2 se IPB. Karena kami bertiga sudah terlanjur diamanahkan jurusan padahal kami gak terlalu tertarik ikutan (terlebih karena kepribadian kami jauh dari dunia “perdebatan” alias plegmatis semua), jadilah kami mencoba berusaha. Baru ada semangat dan feel waktu pertandingan kedua, kami udah kalah. Hehe. Yang penting kami pernah belajar berdebat, dan merasakan kegagalan juga. Tapi perasaan kegagalan yang gak seberapa ya kayaknya, coba kalo perebutan juara 3 terus kami kalah, mungkin nyeseknya lebih dari itu. Oke lah, satu dari beberapa poin saya pernah gagal.

Mungkin ya, saya gak pernah terlalu kecewa karena prinsip saya, “mungkin itu yang terbaik menurut Allah SWT”. Jadi waktu gak masuk Farmasi ITB dan UI, gak menang lomba A, gak dapet jodoh yang itu (ups, kok curcol?), ya udah yakin aja Allah SWT memang memberikan yang terbaik dan akan menggantikan atau memberikan kesempatan yang lebih baik. Semoga suatu saat saya mengalami cobaan atau kegagalan yang lebih dahsyat, saya tetap berprinsip seperti ini. Aamiin…

From Allah SWT in Al-Qur’an regarding failure

It may be that you hate something when it is good for you and it may be that you love something when it is bad for you. Allah (swt) knows and you know not.

~Chapter 2, Verse 216

As Muslims we must remember that Allah (swt) says:

Verily, with every difficulty there is relief.

Verily, with every difficulty there is relief.     ~Chapter 94, Verse 5-6

About patience and shalat:

Oh you who believe! Seek help with patient perseverance and prayer, for God is with those who patiently persevere.                  ~Chapter 2, Verse 153

For those who exercise patience, Allah (swt) will help and show a way out of every difficulty.

And for those who fear Allah, He (ever) prepares a way out,

 And He provides for him from (sources) he never could imagine. And if any one puts his trust in Allah, sufficient is (Allah) for him. For Allah will surely accomplish his purpose: verily, for all things has Allah appointed a due proportion.                                                                 ~Chapter 65, Verse 2-3

Allah (swt) in various places in the Holy Quran links patience and perseverance to success.

Seek Allah’s help with patient perseverance and prayer. It is indeed hard except for those who are humble.                            ~Chapter 2, Verse 45

We must not say I believe and then think Allah is not going to test us. Allah (swt) says in the Quran:

Do people think that they will be left alone because they say: “We believe,” and will not be tested? And We indeed tested those who were before them. And Allah will certainly make (it) known (the truth of) those who are true, and will certainly make (it) known (the falsehood of) those who are liars, (although Allah knows all that before putting them to test).   ~Chapter 29, Verse 2-3

(Source: http://understandquran.com/battling-difficulties-with-patience-and-perseverance-a-quranic-perspective.html)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s