Through the Harsh Time

Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Semester 2 ini selesai juga akhirnya, entah bagaimana hasilnya. Mau gak mau saya harus setuju jg sama senior-senior kalau semester 2 adalah semester terpadat dan terkritis di program magister S2 Ilmu Pangan. Selain praktikum, mata kuliahnya juga lumayan banyak materinya. Rasanya materi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan yang 4 tahun dipadatkan jadi 2 tahun. Mungkin karena background S1 kami berbeda-beda ya, jadi belum semua dapat materi untuk ilmu pangan secara general. Yang baru banget buat saya sih mata kuliah rekayasa proses pangan. Jadi belajar juga bagaimana pangan itu diproses, mulai dari aliran fluida di pipa-pipa, proses pemanasan macam pasteurisasi, sampai ke proses pengeringan dan pembekuan. Kalau ngebayangin prosesnya seru juga, tapi pas masuk ke hitung-hitungan saya manggut-manggut aja macam burung pelatuk. Hehe. Rasanya saya kurang maksimal banget belajarnya.

Dan di semester ini beberapa teman diperkirakan sedang “meregang nyawa”. Ya, semester ini kami dievaluasi lagi, mahasiswa yang IPK nya kurang dari 3.00 akan dipindahkan ke jurusan lain kalau jurusan tersebut mau menampung kami, kalau tidak berarti drop out. Semester 1 kemarin kami sudah kehilangan 4 orang, dengan 1 orang mengundurkan diri, 1 orang pindah ke jurusan lain, 1 orang insya Allah mencoba masuk lagi ke jurusan lain di IPB dengan beasiswa, 1 orang lagi (katanya) akan pindah ke ilmu pangan UGM. Sedih banget rasanya, kami sudah susah-senang bareng selama setahun, mau dipisah lagi? Dengan berbagai upaya yang kami lakukan? Belajar bareng sampai nginep sana-sini, kumpul kerja kelompok, bikin acara kumpul-kumpul demi merilekskan diri sejenak, dan lain-lain. Yah, kami memang hanya bisa berusaha, selanjutnya Allah SWT yang menentukan. Tentunya kami tahu Allah SWT akan memberikan keputusan terbaik.

Sedih, karena di IPN IPB inilah saya juga menemukan teman-teman, saudara-saudari terbaik yang selalu mengingatkan akan kebaikan. Bahkan kami saling meminta, kalau nantinya ada yang masuk surga duluan, ingatlah untuk menanyakan perihal kami yang belum masuk surga kepada Allah SWT. Duh, romantis banget gak sih saudari-saudariku ini…

*aduh kok nyambungnya ke sini ya? Padahal mau cerita tentang akademik di food science IPB, malah ngelantur. Haha. Udah lama gak nulis, jadi begini nih pas nyempetin nulis lagi, jadi cuma curhat.

Mohon do’anya, mumpung lagi Ramadhan…Supaya kami diberikan yang terbaik oleh Allah SWT dan supaya ilmu-ilmu yang kami tuai di Ilmu Pangan IPB bisa bermanfaat bagi ummat, terutama diri sendiri. Pelajaran paling berharga menurut saya dari dosen-dosen di sini adalah: Kejujuran, integritas, dan profesional. Mereka benar-benar menanamkan ketiga hal itu pada kami. Strict banget kalau menyangkut tiga hal itu, apalagi kejujuran. Dosen ga akan kasih toleransi kalau ada kecurangan, misalnya plagiat atau menyontek dalam ujian. Kemarin ada kawan yang tertangkap basah punya soal ujian asli sekaligus jawabannya saat ujian susulan. Entah bagaimana nasibnya sekarang karena kemarin dosen yang cerita bilang kalau tindakan tsb sudah termasuk tindakan kriminal. Astaghfirullah…Lagi-lagi bikin sedih, apa kami sebagai temannya juga salah karena mungkin kurang merangkul dia untuk belajar bareng? Semoga ini menjadi pelajaran untuk kami semua. Ya, meskipun kami anak-anak S2 yang kelakuannya masih (sok) muda seperti S1, kami cukup tahu kalau perjuangan untuk menuntut ilmu tak seringan yang dibayangkan. Coret tebal-tebal suratan kalau S2 itu lebih santai dari S1, itu sungguh tak berlaku di Ilmu Pangan IPB (kalau di jurusan lain kami kurang tahu, tapi memang yang terkenal berat sih jurusan kami). Kami harus berjuang lebih keras dan berdo’a lebih “kencang”.

Man jadda wa jadda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s