3

Kelas Pra-Matrikulasi Institut Ibu Profesional, Get a Go From Here!

Institut Ibu Profesional. What’s coming to your mind hearing that name? Kayaknya keren ya. Atau heran, memangnya ada institut kayak gitu? Well, saya sebenarnya sudah mengenalnya sejak jaman old (jaman kuliah atau baru lulus kuliah S1, which was 4-5 years ago). Saat itu saya menghadiri kajian umum di masjid UI, kalau tidak salah tentang kajian pra-nikah (masih jomblo kiyis-kiyis yang penasaran kenapa sebelum nikah perlu ikut kajian pra-nikah). Anyway, saya waktu itu takjub pisan sama Bu Septi Peni Wulandari. Beliau menemukan metode jarimatika dan mendirikan institut ibu professional. Sebagai ibu, beliau berpikir bahwa menjadi seorang ibu juga adalah profesi, dan seharusnya juga merupakan profesi yang terhormat, kalau bisa setiap ibu punya kartu nama bertuliskan “ibu professional”. Pemaparan beliau tentang sepak terjang beliau menjadi seorang ibu yang membimbing anak-anaknya untuk sukses dunia-akhirat, menjadikan saya fix sebagai fans beliau, hingga berazam semoga nanti kalau sudah menjadi seorang istri, saya harus ikut institut ibu professional (IIP) ini.

Hasil gambar untuk institut ibu profesional

Institut Ibu Profesional (Picture was taken from: https://www.kompasiana.com/novi.ardiani/menjadi-ibu-profesional-harus_5733fc22cf7e61b104f73ff)

Setahunan menjadi seorang istri, saya pernah mencari tahu bagaimana mendaftar IIP itu. Entah saya yang kurang menggali atau bagaimana, kok saya tidak menemukan info tentang bagaimana cara bergabungnya. Selang beberapa waktu, ternyata saya menemukan kalau teman kuliah saya ikut kelas matrikulasi IIP. Langsung deh tanya-tanya ke dia dan dapat link pendaftaran batch 5 wilayah Depok. Waktu pendaftaran yang cukup lama membuat para calon peserta (termasuk saya) cemas, kami diterima atau tidak, apakah kami terlewat deadline, dsb. Alhamdulillah, akhirnya ada e-mail dari IIP masuk dan kami langsung masuk ke Grup WA Foundation IIP Depok. Di kelas foundation ini, kami diperkenalkan apa itu IIP, kelas apa saja yang bisa kami ikuti setelah resmi menjadi member, peraturan/code of conduct member IIP, dll. Ya, sebelum menjadi member resmi IIP, kami harus menjalani kelas pra-matrikulasi (optional), dilanjutkan dengan kelas matrikulasi. Di kelas matrikulasi ini, akan ditentukan apakah kita lulus untuk menjadi member IIP atau tidak. Jika belum lulus, diberi kesempatan mengulang 1x lagi (atau 2x lagi, maaf saya lupa waktu itu padahal sudah didiskusikan. Pokoknya semoga nanti saya lulus, sehingga tidak perlu memikirkannya, hehe). Kelas matrikulasi ini berupa sneak peek dari 4 kelas utama di IIP: Kelas Bunda Cekatan, Bunda Sayang, Bunda Produktif, dan Bunda Saleha.

Nah, saya sekarang masih di kelas pra-matrikulasi. Masih panjang ya perjalanannya. Kelas pra-matrikulasi via grup WA ini diawali dengan sharing pengalaman menjadi member IIP dari fasilitator (fasil) wilayah Depok. Mereka mengaku semakin menjadi mak-mak produktif setelah ikut IIP. Ada yang sebagai working mom sekaligus punya proyek sosial, Masya Allah. Setelah itu, kami belajar tentang google drive, google doc, google sheet, bitly, dan blog sebagai media pembuatan tugas di kelas-kelas berikutnya. Jadilah kelas pra-matrikulasi ini bikin saya makin hi-tech (bukan hi-tech kayak bisa coding atau jadi hacker gitu lho ya). Meskipun saya sudah lumayan familiar dengan google drive sebelumnya karena memang pakai itu untuk kuliah, tetap saja seru kok ngutak-atik google drive dan kawan-kawannya lagi. Terlebih saya jadi mengaktifkan blog yang mati suri ini, sambil berharap lebih banyak orang yang baca blog saya *mencoba jadi blogger celebrity detected*. Oops, maksudnya semoga blog ini lebih bermanfaat bagi orang banyak saja. Kalau ada manfaatnya, silakan ambil yang baik-baik, kalau ada yang tidak baik atau kurang berkenan, saya mohon maaf ya.

Yup, segitu dulu celoteh saya. Semoga saya bisa diterima jadi member IIP, menjadi ibu yang sholiha-produktif-cekatan-sayang & disayang keluarga, plus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Aamiin…

Advertisements